Di suatu peuting hiduplah sejurig kuntilanak eh kela-kela,
kan ngaran-ngaran kuntilanakmah geus paehnya? Oke kita ralat…. Disuatu peuting
paehlah sejurig kuntilanak, eh eh kela-kela kan ai kuntilanakmah emang geus
paehnya? Ahhh lieur lanjutkeun weh…. Kuntilanak tersebut adalah penghuni suatu
jalan yang sering di lalui oleh manusia… sebut saja jalan itu adalah jalan
guritno *Wulan Keleus* jalan tersebut memang menjadi jalan yang keramat setelah
para pejalan kaki yang melewati jalan itu selalu di ganggu oleh sejurig
kuntilanak dengan cara morosotkeun calana mereka yang melewati jalan keramat tersebut…
kisah pertama datang dari wawan suryadi tapi sebut saja Nindy,
suatu ketika ia sedang asyik melangkahkan kakinya yang siga tangkal gedang itu di
jalan keramat tersebut tepat jam 2 pagi, tapi apa yang terjadi saat ia melewati
jalan keramat tersebut? Ternyata euweuh nanaon a.k.a tidak terjadi apa-apa,
*Kunaon dibahas sih ai teu kunanaonmah euhhhh nu ebel* oke kita lanjutkan lagi,
kisah kedua datang dari siti maemunah nuryani tapi sebut saja Alexa, malam
itu…. Tepat jam 22.30 menit WIB Alexa sedang terburu-buru untuk pergi mencari
tukang ojeg, karena ia mau pergi mencari tukang bakso untuk menanyakan tukang
peuyeum yang menjual rainbow cake tapi saat ia berjalan di jalan keramat itu
tiba-tiba apa yang terjadi, Alexapun di ganggu oleh kuntilanak yang menghuni jalan
tersebut dengan cara menengkas suku si Alexa, pun demikian si Alexa langsung
tijuralit dengan gancangnya ke susukan yang ada di jalan tersebut hingga
wajahnya si Alexa berubah menjadi kekiruhan….. Astagaaaaa Alexapun mulai sadar
bahwa ia sedang dikerjai oleh sosok mahluk yang tak kasat mata, maka Alexapun
langsung sigap dengan ngadagorkeun hulunya ke sebuah tihang listrik yang ada di
jalan keramat tersebut guna bisa pingsan
dengan gancangnya….. akhirnya setelah pagi menjelang Alexapun di temukan warga
dengan beungeut acak-acakan siga martabak katincak. *Sungguh Mengenaskan*
Kisah selanjutnya datang dari Chuwangki Thai pria blasteran
arab indo, yang pada malam itu memarkirkan mobilnya di jalan keramat tersebut
karena teukuat….. teukuat hayang ngala kembang anu tumbuh dina batu di jalan
keramat tersebut, iapun segera keluar dari mobil mewahnya yang ia dapat dari
ciki berhadiah nu gopean, dan saat ia mencoba memetik kembang tersebut
tiba-tiba apa yang terjadi? Kembang tersebutpun berubah menjadi tai ucing
dengan gancangnya….. Astagaaaa Chuwangki Thaipun merasa ketakutan setengah
mateng *Goreng Endog keleus* dan melemparkan tai ucing tersebut ke atas pohon yang berada di jalan
keramat itu, sampai akhirnya tai ucing itu mengenai muka kuntilanak yang begitu
bening karena habis luluran pake daun babadotan, kaget, kesel, dan
rungsing, akhirnya kuntilanak itupun ngagoak dengan gancangnya hingga membuat
si Chuwangki Thai kaget dan tak sengaja menginjak bangkong budug yang ada di
depannya hingga akhirnya ia tewas seketika…. Akhirnya setelah pagi menjelang
jasad Chuwangki Thaipun di temukan warga dengan muka yang belang karena ia habis
memakai pemutih ceueumpuk. *Sungguh Mengenaskan*
Kisah selanjutnya datang dari bi Ita, seorang ibu rumah
tangga yang gemar bermain game online dan maen karambol… suatu malam bi Ita
sedang berjalan-jalan santai di jalan keramat tersebut karena ia berencana
untuk pergi ke Lily warnet untuk dagang kulub suuk buatannya sambil maen game online
kesukaannya yaitu tetris. Tapi saat ia berjalan santai di jalan keramat
tersebut tiba-tiba apa yang terjadi? Bi
Ita pun mendengar sekelumit suara yang seperti ini “aku terjatuh dan tak bisa
hudang deui” dengan penuh rasa penasaran bi Itapun akhirnya memutuskan untuk
mencari sumber suara tersebut sampai ke bawah pohon rambutan yang ada di jalan
keramat tersebut, lalu tiba-tiba suara itu mulai menghilang, dan Astagaaaaa……
di atas pohon rambutan tersebut turunlah
sesosok kuntilanak dengan rambut berwarna pink boleas dan baju berwarna biru
polkadot. Kaget…. Bi Itapun langsung meneleg kulub suuk buatannya dengan baskomnya
sekaligus hingga akhirnya ia kabeureuyan dan kemudian tewas seketika…. Akhirnya
setelah pagi menjelang wargapun menemukan jasad bi Ita dengan mulut penuh kulub
suuk dan pecahan baskom. *Sungguh Mengenaskan*
Dan setelah kisah demi kisah terukir di jalan keramat itu
akhirnya hal tersebut membuat pria bule bernama Robert patin sieunpun penasaran
dan ingin membuktikan kisah kuntilanak penunggu jalan keramat tersebut…. Hingga
akhirnya Robert pun mencoba berjalan-jalan santai di jalan keramat tersebut
dengan menggunakan rok mini karena ia sangat terobsesi dengan penyanyi kondang
asal cimahi yaitu Miley teukaurus. Dan saat Robert berjalan di kegelapan malam
tepat jam 23.30 WIB di jalan tersebut tiba-tiba apa yang terjadi? Si Robertpun
labuh dengan gancangnya karena nincak batu di jalan keramat itu *Euhhh teu
neuleu jelema teh* dan Robertpun segera berdiri kokoh untuk kembali berjalan
santai di jalan keramat itu, dan saat Robert mulai melangkahkan suku kanannya
tiba-tiba ada sekelumit bayangan hitam yang melambai-lambai bak banci taman lawang,
Robertpun mulai penasaran dan segera mendekati bayangan hitam tersebut dengan
langkah kaki yang terbata-bata, Astagaaaaa…… ternyata itu adalah……. Daun cau
yang sedang di eundeuk-eundeuk sama si kuntilanak penghuni jalan keramat
tersebut! Robertpun kalap dan berusaha memberanikan diri untuk lebih dekat
dengan sosok kuntilanak itu tapi Robert takut dianggap SKSD maka dari itu ia
tetap menjaga jarak….. hingga akhirnya kuntilanak tersebutpun ngajeubean si Robert dan ngadegulkeun hulu si
Robert lalu ngapung dengan gancangnya…. “Yeyeye lalala… yeyeye lalala….” teriak si kuntilanak itu *mmhh kunti alay* dan saat kuntilanak itu ngapung dengan
gancangnya Robertpun langsung sigap mengeluarkan kamera 360 ¼ dan langsung
memfoto kuntilanak yang sedang ngapung itu lalu segera mengupload foto tersebut
ke akun facebook dan twitternya…. Namun setelah foto tersebut di upload apa
yang terjadi? Dengan cepat komentarpun berdatangan dari facebook dan twitter si
Robert, dan isi komentar tersebut ternyata sangat pedas dan kasar seperti
komentar dari pemilik akun @kikituan “Kuntilanak eta sukuna rorombeheun siah ” terus
pemilik akun @maneh2urang2 mengatakan “Meni geleuh ih sukuna rorombehuen” dan
pemilik akun @cankelpin mengatakan “Hayang nyiduhan ih” karena memang dari foto
tersebut terlihat sangat jelas kalo suku si kuntilanak yang menyerupai bonteng
suri itu ternyata ROROMBEHEUN…. Lalu kuntilanakpun langsung mencokot facebook & twitter si Robert dan membaca
komentar-komentar tentang fotonya yang ROROMBEHEUN itu…. Dan Astagaaaa…..
setelah membaca komentar-komentar itu sang kuntilanakpun langsung ceurik
balilihan dengan gancangnya, ia mulai sedih, ia mulai era, dan ia mulai galau….
Akhirnya karena terlalu malu kuntilanak penghuni jalan keramat tersebutpun
mencoba tindakan yang tidak terpuji yaitu ingin bunuh diri karena saking malunya… si
kuntilanak itupun mulai mendagor-dagorkan kepalanya ke batu yang ada tai kotoknya, ke tangkal cau yang baru jadi, ke tihang listrik, hingga jalan aspal barolong tapi….
Tapi apa yang terjadi? Ternyata ia tidak paeh-paeh karena memang ia sudah paeh,
maka dengan hati yang rapuh iapun beberes dan mau pergi untuk selamanya
meninggalkan jalan keramat yang selama ini sudah membesarkan namanya itu, tapi
melihat hal tersebut naluri kebageuran si Robertpun datang, ia merasa bersalah dan meminta maaf sama si
kuntilanak yang sedang sedih itu, lalu sang kuntilanakpun memaafkan Robert
karena ia sudah sadar bahwa selama ini sukunya yang menyerupai bonteng suri itu
ternyata memang ROROMBEHEUN… dan sadar bahwa sang penulis cerita ini terus menulis
kata ROROMBEHEUN dengan huruf kapital seolah memperjelas penyakit sukunya, maka
si kuntilanakpun makin sedih dan rapuh L
*Duh jadi teu enak gini euy guys nulisna, asa karunya siah geusan we ah*
Karena sang penulis tidak tega membahas kuntilanak yang
ROROMBEHEUN itu akhirnya cerita inipun di hentikan!
#Trims
Tidak ada komentar:
Posting Komentar