Sabtu, 15 Februari 2014

Misteri Kuntilanak Rorombeheun!

Di suatu peuting hiduplah sejurig kuntilanak eh kela-kela, kan ngaran-ngaran kuntilanakmah geus paehnya? Oke kita ralat…. Disuatu peuting paehlah sejurig kuntilanak, eh eh kela-kela kan ai kuntilanakmah emang geus paehnya? Ahhh lieur lanjutkeun weh…. Kuntilanak tersebut adalah penghuni suatu jalan yang sering di lalui oleh manusia… sebut saja jalan itu adalah jalan guritno *Wulan Keleus* jalan tersebut memang menjadi jalan yang keramat setelah para pejalan kaki yang melewati jalan itu selalu di ganggu oleh sejurig kuntilanak dengan cara morosotkeun calana mereka  yang melewati jalan keramat tersebut…
kisah pertama datang dari wawan suryadi tapi sebut saja Nindy, suatu ketika ia sedang asyik melangkahkan kakinya yang siga tangkal gedang itu di jalan keramat tersebut tepat jam 2 pagi, tapi apa yang terjadi saat ia melewati jalan keramat tersebut? Ternyata euweuh nanaon a.k.a tidak terjadi apa-apa, *Kunaon dibahas sih ai teu kunanaonmah euhhhh nu ebel* oke kita lanjutkan lagi, kisah kedua datang dari siti maemunah nuryani tapi sebut saja Alexa, malam itu…. Tepat jam 22.30 menit WIB Alexa sedang terburu-buru untuk pergi mencari tukang ojeg, karena ia mau pergi mencari tukang bakso untuk menanyakan tukang peuyeum yang menjual rainbow cake tapi saat ia berjalan di jalan keramat itu tiba-tiba apa yang terjadi, Alexapun di ganggu oleh kuntilanak yang menghuni jalan tersebut dengan cara menengkas suku si Alexa, pun demikian si Alexa langsung tijuralit dengan gancangnya ke susukan yang ada di jalan tersebut hingga wajahnya si Alexa berubah menjadi kekiruhan….. Astagaaaaa Alexapun mulai sadar bahwa ia sedang dikerjai oleh sosok mahluk yang tak kasat mata, maka Alexapun langsung sigap dengan ngadagorkeun hulunya ke sebuah tihang listrik yang ada di jalan keramat tersebut  guna bisa pingsan dengan gancangnya….. akhirnya setelah pagi menjelang Alexapun di temukan warga dengan beungeut acak-acakan siga martabak katincak. *Sungguh Mengenaskan*

Kisah selanjutnya datang dari Chuwangki Thai pria blasteran arab indo, yang pada malam itu memarkirkan mobilnya di jalan keramat tersebut karena teukuat….. teukuat hayang ngala kembang anu tumbuh dina batu di jalan keramat tersebut, iapun segera keluar dari mobil mewahnya yang ia dapat dari ciki berhadiah nu gopean, dan saat ia mencoba memetik kembang tersebut tiba-tiba apa yang terjadi? Kembang tersebutpun berubah menjadi tai ucing dengan gancangnya….. Astagaaaa Chuwangki Thaipun merasa ketakutan setengah mateng *Goreng Endog keleus* dan melemparkan tai ucing  tersebut ke atas pohon yang berada di jalan keramat itu, sampai akhirnya tai ucing itu mengenai muka kuntilanak yang begitu bening karena habis luluran pake daun babadotan, kaget, kesel, dan rungsing, akhirnya kuntilanak itupun ngagoak dengan gancangnya hingga membuat si Chuwangki Thai kaget dan tak sengaja menginjak bangkong budug yang ada di depannya hingga akhirnya ia tewas seketika…. Akhirnya setelah pagi menjelang jasad Chuwangki Thaipun di temukan warga dengan muka yang belang karena ia habis memakai pemutih ceueumpuk. *Sungguh Mengenaskan*

Kisah selanjutnya datang dari bi Ita, seorang ibu rumah tangga yang gemar bermain game online dan maen karambol… suatu malam bi Ita sedang berjalan-jalan santai di jalan keramat tersebut karena ia berencana untuk pergi ke Lily warnet untuk dagang kulub suuk buatannya sambil maen game online kesukaannya yaitu tetris. Tapi saat ia berjalan santai di jalan keramat tersebut  tiba-tiba apa yang terjadi? Bi Ita pun mendengar sekelumit suara yang seperti ini “aku terjatuh dan tak bisa hudang deui” dengan penuh rasa penasaran bi Itapun akhirnya memutuskan untuk mencari sumber suara tersebut sampai ke bawah pohon rambutan yang ada di jalan keramat tersebut, lalu tiba-tiba suara itu mulai menghilang, dan Astagaaaaa…… di atas pohon rambutan tersebut  turunlah sesosok kuntilanak dengan rambut berwarna pink boleas dan baju berwarna biru polkadot. Kaget…. Bi Itapun langsung meneleg  kulub suuk buatannya dengan baskomnya sekaligus hingga akhirnya ia kabeureuyan dan kemudian tewas seketika…. Akhirnya setelah pagi menjelang wargapun menemukan jasad bi Ita dengan mulut penuh kulub suuk dan pecahan baskom. *Sungguh Mengenaskan*

Dan setelah kisah demi kisah terukir di jalan keramat itu akhirnya hal tersebut membuat pria bule bernama Robert patin sieunpun penasaran dan ingin membuktikan kisah kuntilanak penunggu jalan keramat tersebut…. Hingga akhirnya Robert pun mencoba berjalan-jalan santai di jalan keramat tersebut dengan menggunakan rok mini karena ia sangat terobsesi dengan penyanyi kondang asal cimahi yaitu Miley teukaurus. Dan saat Robert berjalan di kegelapan malam tepat jam 23.30 WIB di jalan tersebut tiba-tiba apa yang terjadi? Si Robertpun labuh dengan gancangnya karena nincak batu di jalan keramat itu *Euhhh teu neuleu jelema teh* dan Robertpun segera berdiri kokoh untuk kembali berjalan santai di jalan keramat itu, dan saat Robert mulai melangkahkan suku kanannya tiba-tiba ada sekelumit bayangan hitam yang melambai-lambai bak banci taman lawang, Robertpun mulai penasaran dan segera mendekati bayangan hitam tersebut dengan langkah kaki yang terbata-bata, Astagaaaaa…… ternyata itu adalah……. Daun cau yang sedang di eundeuk-eundeuk sama si kuntilanak penghuni jalan keramat tersebut! Robertpun kalap dan berusaha memberanikan diri untuk lebih dekat dengan sosok kuntilanak itu tapi Robert takut dianggap SKSD maka dari itu ia tetap menjaga jarak….. hingga akhirnya kuntilanak tersebutpun  ngajeubean si Robert dan ngadegulkeun hulu si Robert lalu ngapung dengan gancangnya…. “Yeyeye lalala… yeyeye lalala….” teriak si kuntilanak itu *mmhh kunti alay* dan saat kuntilanak itu ngapung dengan gancangnya Robertpun langsung sigap mengeluarkan kamera 360 ¼ dan langsung memfoto kuntilanak yang sedang ngapung itu lalu segera mengupload foto tersebut ke akun facebook dan twitternya…. Namun setelah foto tersebut di upload apa yang terjadi? Dengan cepat komentarpun berdatangan dari facebook dan twitter si Robert, dan isi komentar tersebut ternyata sangat pedas dan kasar seperti komentar dari pemilik akun @kikituan “Kuntilanak eta sukuna rorombeheun siah ” terus pemilik akun @maneh2urang2 mengatakan “Meni geleuh ih sukuna rorombehuen” dan pemilik akun @cankelpin mengatakan “Hayang nyiduhan ih” karena memang dari foto tersebut terlihat sangat jelas kalo suku si kuntilanak yang menyerupai bonteng suri itu ternyata ROROMBEHEUN…. Lalu kuntilanakpun langsung mencokot  facebook & twitter si Robert dan membaca komentar-komentar tentang fotonya yang ROROMBEHEUN itu…. Dan Astagaaaa….. setelah membaca komentar-komentar itu sang kuntilanakpun langsung ceurik balilihan dengan gancangnya, ia mulai sedih, ia mulai era, dan ia mulai galau…. Akhirnya karena terlalu malu kuntilanak penghuni jalan keramat tersebutpun mencoba tindakan yang tidak terpuji yaitu ingin bunuh diri karena saking malunya… si kuntilanak itupun mulai mendagor-dagorkan kepalanya ke batu yang ada tai kotoknya, ke tangkal cau yang baru jadi, ke tihang listrik, hingga  jalan aspal barolong tapi…. Tapi apa yang terjadi? Ternyata ia tidak paeh-paeh karena memang ia sudah paeh, maka dengan hati yang rapuh iapun beberes dan mau pergi untuk selamanya meninggalkan jalan keramat yang selama ini sudah membesarkan namanya itu, tapi melihat hal tersebut naluri kebageuran si Robertpun datang, ia merasa bersalah dan meminta maaf sama si kuntilanak yang sedang sedih itu, lalu sang kuntilanakpun memaafkan Robert karena ia sudah sadar bahwa selama ini sukunya yang menyerupai bonteng suri itu ternyata memang ROROMBEHEUN… dan sadar bahwa sang penulis cerita ini terus menulis kata ROROMBEHEUN dengan huruf kapital seolah memperjelas penyakit sukunya, maka si kuntilanakpun makin sedih dan rapuh L *Duh jadi teu enak gini euy guys nulisna, asa karunya siah geusan we ah*
Karena sang penulis tidak tega membahas kuntilanak yang ROROMBEHEUN itu akhirnya cerita inipun di hentikan!

#Trims


Jumat, 31 Januari 2014

"Ku Syedih" :(

Dear diary…. hari ini aku sedang bersedih…. Dan aku ingin mengungkapkannya kepadamu diary, Ohhh diary aku lagi sediiiiiiiih banget, soalnya pas kemarin aku mau beli nyiru… di super market, si mbak-mbaknyapun langsung bilang “EWE UH…” akupun langsung sedih dengan gancangnya, terus akupun berniat untuk mengganti barang yang ingin aku beli di super market itu, dengan terbata-bata aku bertanya lagi sama si mbak-mbaknya kalau hihid sama boboko ada ga mbak?… lalu apa yang terjadi diary, lagi-lagi si mbak-mbak tersebut mengucapkan hal yang serupa yaitu “EWE UH”, Ohhhh diary aku benar-benar merasa sedih dan tidak tahu harus berbuat apa? Aku merasa kalau si mbak-mbak tersebut memiliki niat yang tidak baik terhadap pertanyaanku tadi… maka akupun langsung baeud di hadapan si mbak-mbak tersebut dengan gancangnya… lalu aku berusaha untuk menguatkan hatiku untuk bangkit dari keterpurukan ini dengan indit sambil ngajeubean si mbak-mbak yang sungutnya selalu bilang “EWE UH” itu L…. Dan akupun merasa sangat terpukul dengan kejadian tersebut diary… sampai-sampai aku butuh waktu untuk menenangkan hatiku yang lagi hiks…. huft… dan fiuh ini dengan pergi ke tempat yang sunyi yaitu leweung… Tapi saat aku sampai di leweung diary… tiba-tiba apa yang terjadi? munculah sesosok mahluk yang sedang ngorondang, Astagaaa mahluk tersebut sangat menyeramkan seperti bangkong budug diary dan ternyata itu adalah siluman siraru dan siluman papanting…. Dan merekapun langsung mendekatiku yang putih bersih bersinar terang ini,,,, karena aku rajin mengkonsumsi lampu senter setiap menjelang tidur, dan diary ternyata mereka memiliki niat yang amat busuk terhadapku yang terBUJUR kaku ini karena singsireumeun…  Ohhhh diary ternyata mereka mencoba untuk menyuntrungkanku kedalam leutak yang penuh dengan siluman tutut dan keong… akupun bingung harus bagaimana diary, maka tanpa pikir panjang  akupun langsung menelepon ibu peri untuk meminta bantuan, tapi…. Apa yang terjadi diary? Disaat aku mencoba menelepon ibu peri handponku malah berbunyi “Maaf sisa pulsa anda tidak mencukupi untuk melakukan panggilan ini” Ohhh diary ternyata aku lupa kalau aku belum mengisi pulsa sejak aku berumur 2 bulan, akupun mulai panik dengan gancangnya diary, lalu aku mencoba meminta bantuan kepada ranger pink dan pokemon dengan ngeDM mereka melalui twitter, tapi….. apa yang terjadi diary? Diasaat aku ngDM mereka melalui twitter… twitterku malah berubah menjadi kata-kata yang seperti ini “Server not found” Ohhh my…. Aku lupa kalau ternyata di leweung ini belum dipasangi wifi…
Saat itu aku benar-benar terpuruk sambil makan kerupuk rasa jeruk yang sudah di duruk… aku merasa sangat bingung, dan ketakutan diary… tapi aku berpikir kalau jalan masih panjang maka jangan ucap janji *sambilnyanyi* dengan mulut yang terbata-bata dan suara yang mendesah akupun langsung nyanyi lagu “Terserah Boy” tapi semuanya sia-sia mereka malah semakin ganas dan menyeramkan seperti bebegig sawah… Ohhh my aku kalap, aku sieun, aku soak… hingga biwir yang bau ngahiliwir inipun tak sengaja mengucap kata “Aku adalah anaknya mang Yahya Rohyana” dengan nada yang penuh power dan vibran yang teratur juga irama yang syahdu, lalu….. apa yang terjadi diary? Tiba-tiba siluman siraru, siluman papanting, siluman tutut, dan siluman keongpun langsung ngapung dengan gancangnya karena merasa ketakutan setelah mendengar bahwa aku adalah anaknya mang Yahya Rohyana… kira-kira kenapa yah diary mereka merasa ketakutan dengan nama ayahku itu? Apa mungkin ayahku lebih menakutkan dari pada siluman-siluman ontohod itu? Entahlah yang jelas aku merasa lega karena mereka sudah indit dengan gancangnnya…
Dan untuk menenangkan pikiranku yang sedang soak ini, akupun langsung melahap seonggok cecenet yang tumbuh subur di leweung itu….
The End…

Semoga pembaca bisa mencokot hikmah dari kisah yang kuberi judul “Ku Syedih” L ini #Trims