Kala surya
tenggelam, senjapun ikut menyusut dan gelappun mulai menutupi daun-daunan yang
rindang, menutupi bunga-bunga yang lelah dan wajah-wajah yang letih…
Sampai
kapan? Dua kata itu mulai menyeruak dari sudut gelap kemerahan… sampai kapan
kamu tetap seperti itu? Seperti yang ada dalam pandangan orang, seperti yang
ada dalam khayalan orang, seperti yang ada dalam pikiran orang, dan seperti
yang ada dalam kata-kata yang terlontar keluar dari tiap mulut-mulut tak
berselimut itu….
Mungkin hujan
takkan mampu membasahi hatimu dan hanya mampu membasahi wajahmu, wajahmu yang
mulai melunglai tak bersinar… lelah? Apa kamu lelah? Apa kamu benar-benar
lelah? “Tanya sudut gelap kemerahan itu lagi”.
Mungkin
angin takkan mampu mengusir kegelisahanmu dan hanya mampu mengusir rasa
gerahmu, rasa gerah yang tak tentu arah… letih? Apa kamu mulai letih? Apa kamu
memang benar-benar letih? “Masih Tanya sudut gelap kemerahan itu”.
Siapa kamu? sekali
lagi sudut gelap kemerahan itu bertanya “Siapakah dirimu yang sebenarnya?”
setiap hal dari hidupmu yang kamu tutupi, itu bukanlah sebuah kebenaran tapi
itu hanya sebuah ketakutan, ketakutan akan sebuah pencitraan.
Untuk apa
sebuah pencitraan jika kamu tidak nyaman? Untuk apa sebuat gelar jika kamu
tidak sadar? Tidak sadar bahwa itu bukanlah sebuah gelar melainkan perangkap,
iya perangkap yang menangkap, menangkap dari setiap kebebasanmu, kenyamananmu,
dan keinginanmu…
Malam itu
takkan bertahan sampai fajar datang, seperti cahaya yang mengusir kegelapan,
ingat dari setiap hal yang ada dalam dirimu, itu adalah sebuah karya, karya
dari yang maha kuasa, dan tak selayaknya karya itu di tutupi, di hilangkan, bahkan
di buang! Tapi dihargai dan di pahami.
Tunjukan
pada mata-mata tajam itu, pada mulut-mulut keriput itu, dan pada pikiran-pikiran
heran itu, bahwa kamu adalah kamu, bukan dia, bukan mereka, dan bukan juga aku…
Hidup itu
adalah sebuah perjalanan, perjalanan menuju kebenaran, kebenaran dari setiap
hal tentangmu, tentang masalahmu, tentang kegelisahanmu, dan tentang kebahagianmu.
jadi “show who you really are…..”
Terkadang
dikala sendiri, kita sering merasa kesepian, tapi rasa kesepian itu memang
harus kita rasakan, karena merasa kesepian itu adalah waktu yang tepat untuk
berbicara dengannya, dengan sudut gelap kemerahaan itu, yang tidak lain adalah
hati… hati kita :)