Kamis, 27 Juni 2013

Who are you?

Kala surya tenggelam, senjapun ikut menyusut dan gelappun mulai menutupi daun-daunan yang rindang, menutupi bunga-bunga yang lelah dan wajah-wajah yang letih…
Sampai kapan? Dua kata itu mulai menyeruak dari sudut gelap kemerahan… sampai kapan kamu tetap seperti itu? Seperti yang ada dalam pandangan orang, seperti yang ada dalam khayalan orang, seperti yang ada dalam pikiran orang, dan seperti yang ada dalam kata-kata yang terlontar keluar dari tiap mulut-mulut tak berselimut itu….
Mungkin hujan takkan mampu membasahi hatimu dan hanya mampu membasahi wajahmu, wajahmu yang mulai melunglai tak bersinar… lelah? Apa kamu lelah? Apa kamu benar-benar lelah? “Tanya sudut gelap kemerahan itu lagi”.
Mungkin angin takkan mampu mengusir kegelisahanmu dan hanya mampu mengusir rasa gerahmu, rasa gerah yang tak tentu arah… letih? Apa kamu mulai letih? Apa kamu memang benar-benar letih? “Masih Tanya sudut gelap kemerahan itu”.
Siapa kamu? sekali lagi sudut gelap kemerahan itu bertanya “Siapakah dirimu yang sebenarnya?” setiap hal dari hidupmu yang kamu tutupi, itu bukanlah sebuah kebenaran tapi itu hanya sebuah ketakutan, ketakutan akan sebuah pencitraan.
Untuk apa sebuah pencitraan jika kamu tidak nyaman? Untuk apa sebuat gelar jika kamu tidak sadar? Tidak sadar bahwa itu bukanlah sebuah gelar melainkan perangkap, iya perangkap yang menangkap, menangkap dari setiap kebebasanmu, kenyamananmu, dan keinginanmu…
Malam itu takkan bertahan sampai fajar datang, seperti cahaya yang mengusir kegelapan, ingat dari setiap hal yang ada dalam dirimu, itu adalah sebuah karya, karya dari yang maha kuasa, dan tak selayaknya karya itu di tutupi, di hilangkan, bahkan di buang! Tapi dihargai dan di pahami.
Tunjukan pada mata-mata tajam itu, pada mulut-mulut keriput itu, dan pada pikiran-pikiran heran itu, bahwa kamu adalah kamu, bukan dia, bukan mereka, dan bukan juga aku…
Hidup itu adalah sebuah perjalanan, perjalanan menuju kebenaran, kebenaran dari setiap hal tentangmu, tentang masalahmu, tentang kegelisahanmu, dan tentang kebahagianmu. jadi “show who you really are…..”
Terkadang dikala sendiri, kita sering merasa kesepian, tapi rasa kesepian itu memang harus kita rasakan, karena merasa kesepian itu adalah waktu yang tepat untuk berbicara dengannya, dengan sudut gelap kemerahaan itu, yang tidak lain adalah hati… hati kita :)